DEWI'S BLOG ♥
Love Life and Future.
Profile

Hi, I'm Dewi. I am a ordinary girl. I am a student of Psycologhy faculty. College, organizing, having fun with my friends is my activities every day. I love my parents, my brother, and Insider Indies 85 2010. I Love my Life ♥♥♥.


Shoutout







Link



Archives

* October 2010
* November 2010
* February 2011
* March 2011
* April 2011
* May 2011
* June 2011
* October 2011
* November 2011
* March 2012
* October 2012
* November 2012
* April 2013
* May 2013
* June 2013
* January 2014

Sistem Informasi Psikologi (Tes Minat dan Bakat)
@ Sunday, January 19, 2014 ; 2:45 PM | *TOP.

Nama Kelompok :    ARINTA AYU                          11510104
             EDUARDUS SAPTONO PAMBUDI         12510247
             ERNING AZZUKHRUF                 19510025
             MIKYAL HUSNUL KHOTIMAH         14510403
             RAHMANIA DEWI                 15510563
             RISA APRIANI                         16510023
             TIARA INTAN PUTRI                 16510886
             RORO SILVIA YOLANDA                 1A512096



Analisis Kebutuhan Tes Minat dan Bakat

1. Eksternal Entities : Subjek

2. Keluaran Aplikasi : Laporan hasil tes


Proses Bisnis Tes Minat Dan Bakat

1. Subjek/pasien bisa mendatangi/ reservasi terlebih dahulu pada biro

2. Subjek melakukan pemilihan tes dari berbagai macam tes yang tersedia, pada kasus ini adalah Tes   minat dan bakat

3. Subjek mengisi formulir yang berisi data pribadi seperti nama, ttl, alamat, umur, pendidikan, jurusan, fakultas, kelas, no.hp, email, dll.

4. Setelah itu subjek diharapkan konsultasi terlebih dahulu pada psikolog agar pemilihan tesnya lebih akurat sesuai review pada data pribadi.

5. Pada tahap tersebut psikolog memberitahu bahwa setiap tes (DAT, FACT, GAT) memiliki harga yang berbeda.

6. Setelah pasien memilih, langsung dilakukan tes secara komputerisasi.

7. Hasil tes keluar, pasien diharap melakukan pembayaran.

8. Subjek juga dapat menunggu hasilnya langsung, atau dikirim via pos (ongkir sudah termasuk service).




Labels:


Comments (0)

Bentuk-Bentuk Utama dalam Terapi
@ Monday, June 10, 2013 ; 11:50 PM | *TOP.

Ada beberapa bentuk terapi, berikut ini adalah bentuk utama dalam terapi :

  • Therapy Supportive

Terapi supportive atau pendukung adalah pengobatan yang diarahkan untuk menjaga integritas fisiologis atau fungsional pasien sampai pengobatan yang lebih definitif dapat dilaksanakan, atau sampai daya penyembuhan pasien berfungsi untuk meniadakan kebutuhan perawatan lebih lanjut.

Tujuan dari terapi supportive memperkuat perilaku penyesuaian diri klien yang sudah baik, memberi dukungan psikologis, dan menghindari diri dari usaha untuk menggali apa yang ada dalam alam bawah sadar. Alasan penghindaran karena kalau diungkit kembali ketidaksadarannya, klien ini kemungkinan akan menjadi lebih parah dalam penyesuaian dirinya. Psikoterapi supportive biasanya dilakukan untuk memberikan dukungan pada klien untuk tetap bertahan menghadapi kesulitannya.

Penyembuhan supportif ini dapat menggunakan beberapa metode dan  teknik pendekatan, diantaranya :
- Bimbingan (Guidance)
- Mengubah lingkungan (Environmental Manipulation)
- Pengutaraan dan penyaluran arah minat
- Tekanan dan pemaksaan
- Penebalan perasaan (Desensitization)
- Penyaluran emosional
- Sugesti
- Penyembuhan inspirasi berkelompok (Inspirational Group Therapy)

  • Therapy Reeducative
Psikoterapi reeducative bertujuan untuk mengubah pikiran atau perasaan klien agar ia dapat berfungsi lebih efektif. Di sini terapis tidak hanya memberi dukungan, tetapi juga mengajak klien atau pasien untuk mengkaji ulang keyakinan klien, mendidik kembali, agar ia dapat menyesuaikan diri lebih baik setelah mempunyai pemahaman yang baru atas persoalannya. Terapis di sini tidak hanya membatasi diri membahas kesadaran saja, namun juga tidak terlalu menggali ketidaksadaran. Psikoterapi jenis redukatif ini biasanya terjadi dalam konseling. 


Cara-cara psikoterapi reedukatif antara lain:
- Terapi hubungan antar-manusia (relationship-therapy)
- Terapi sikap (attitude therapy)
- Terapi wawancara (interview therapy)
- Analisa dan sinthesa yang distributif (terapi psikobiologik Adolf meyer)
- Konseling terapetik
- Terapi case-work
- Reconditioning
- Terapi kelompok yang reedukatif
- Terapi somatic

  • Therapy Reconstructive
Penyembuhan rekonstruktif mempunyai tujuan untuk menimbulkan pemahaman terhadap konflik yang tidak disadari agar terjadi perubahan struktur karakter dan untuk perluasan pertunbuhan kepribadian dengan mengembangkan potensi.

Cara-cara psikoterapi rekonstruktif antara lain: 
- Psikoanalisa Freud
- Psikoanalisa non-freud
- Psikoterapi yang berorientasi kepada psikoanalisa

Cara: asosiasi bebas, analisa mimpi, hipoanalisa/sintesa, narkoterapi, terapimain, terapi seni, terapi kelompok analitik.

Comments (0)

Perbedaan antara Konseling dengan Psikoterapi
@ Wednesday, May 1, 2013 ; 6:08 PM | *TOP.


Apa perbedaan konseling dan psikoterapi? Mungkin untuk orang awam atau orang yang jarang mendengar istilah ini berpikiran bahwa sama saja konseling dan psikoterapi, sama-sama untuk orang yang mempunyai gangguan mental. 

Pada dasarnya antara konseling dan psikoterapi memang sama, sama dalam hal tujuan ingin membantu agar klien dapat menemukan permasalahan untuk kemudian dapat dipecahkan bersama-sama. Tetapi mereka juga berbeda. Cara mudah membedakan keduanya, karena pada konseling, konselor menghadapi klien yang normal, sebaliknya pada psikoterapi menghadapi klien (atau pasien) yang mengalami neurosis atau psikosis. Seorang penderita neurosis atau psikosis bisa saja menemui seorang konselor untuk tujuan melakukan konsultasi atau konsultansi dan penanganan atau perawatan selanjutnya dilakukan melalui psikoterapi. Namun semua itu hanya dapat terlaksana dengan baik manakala klien dapat membuka diri dan mau diajak kerjasama.

Selain itu, konselor dan psikoterapi keduanya mempunyai latar belakang pendidikan yang pada umumnya berbeda, namun ada kesamaan pada subjek tertentu yang harus dipelajari dan dilatih serta dikuasai selama pendidikan. Perbedaan mengenai metode ini kemudian diringkas oleh Stefflre & Grant (1972) sebagai berikut: Konseling ditandai oleh jangka waktu yang lebih singkat, lebih sedikit waktu pertemuannya, lebih banyak melakukan evaluasi psikologis, lebih memperhatikan masalah sehari-hari klien, lebih memfokuskan pada aktivitas kesadaran, lebih memberikan nasihat, kurang berhubungan dengan tranferens, lebih menekankan pada situati yang riil, lebih kognitif dan berkurang intensitas emosi, lebih menjelaskan atau menerangkan dan lebih sedikit kekaburannya.

Dan adapun perbedaannya lebih kepada pendekatan dan cara penanganannya, dimana konselor sebagai mitra yang dapat memberikan masukkan dan membantu untuk memunculkan suatu permasalahan yang dirasakan klien baik masalah yang disadari maupun yang tidak disadari, sedangkan  psikoterapis selain menggunakan tehnik konseling ia juga menggunakan terapi yang sifatnya lebih kepada perubahan pada perilaku yang sangat substanstib.

Secara lebih ringkas, perbedaan dari konseling dan psikoterapi adalah sebagai berikut :

1. Konseling pada umumnya menangani orang normal, sedangkan psikoterapi terutama menangani orang yang mengalami ganguan psikologis.
2. Konseling lebih edukatif, suportif, berorientasi sadar dan berjangka pendek, sedangkan psikoterapi lebih rekonstruktif, konfrontatif, berorientasi tak sadar, dan berjangka panjang.
3. Konseling lebih terstruktur dan terarah pada tujuan yang terbatas dan konkret, sedangkan psikoterapi sengaja dibuat lebih ambigu dan memiliki tujuan yang berubah-ubah dan berkembang terus.

Itulah perbedaan dari konseling dan psikoterapi, mudah-mudahan ini bisa memberikan sedikit info. Dan tidak semua yang datang untuk berkonsultasi adalah orang yang mempunyai gangguan mental :)

Comments (0)

Pengertian Psikoterapi
@ Monday, April 8, 2013 ; 8:54 PM | *TOP.

Psikoterapi adalah suatu interaksi sistematis antara klien dan terapis yang menggunakan prinsip-psinsip psikologis untuk membantu menghasilkan perubahan dalam tingkah laku, pikiran dan perasaan klien supaya membantu klien mengatasi tingkah laku abnormal dan memecahkan masalah-masalah dalam hidup atau berkembang sebagai seorang individu.

James P. Chaplin membagi pengertian psikoterapi dalam dua sudut pandang. Secara khusus, psikoterapi diartikan sebagai penerapan teknik khusus pada penyembuhan penyakit mental atau pada kesulitan-kesulitan penyesuain diri setiap hari. Secara luas, psikoterapi mencakup penyembuhan lewat keyakinan agama melalui pembicaraan nonformal atau diskusi personal dengan guru atau teman.

Pengertian psikoterapi selain digunakan untuk penyembuhan penyakit mental, juga dapat digunakan untuk membantu, mempertahankan dan mengembangkan integritas jiwa, agar ia tetap tumbuh secara sehat dan memiliki kemampuan penyesuaian diri lebih efektif terhadap lingkungannya. Dengan demikian, tugas utama psikoterapis di sini adalah memberi pemahaman dan wawasan yang utuh mengenai diri pasien serta memodifikasi atau bahkan mengubah tingkah laku yang dianggap menyimpang.

Bermula dari Sigmund Freud, pada akhir abad ke-sembilan belas, yang memaparkan teori psikoanalisisnya, psikoterapi kian berkembang hingga kini. Teknik dan metode yang dicetuskan oleh Freud dapat dikatakan merupakan dasar dari psikoterapi, yang tampaknya, dalam praktek sehari-hari masih tetap digunakan sebagai dasar, apa pun teori yang dianut atau menjadi landasan atau pegangan bagi seseorang yang melakukan psikoterapi .

Psikoterapi merupakan proses interaksi formal antara dua pihak atau lebih, yaitu antara klien dengan psikoterapis yang bertujuan memperbaiki keadaan yang dikeluhkan klien. Seorang psikoterapis dengan pengetahuan dan ketrampilan psikologisnya akan membantu klien mengatasi keluhan secara profesional dan legal.

Ada tiga ciri utama psikoterapi, yaitu:
    Dari segi proses :  berupa interaksi antara dua pihak, formal, profesional, legal dan menganut kode etik psikoterapi.
    Dari segi tujuan : untuk mengubah kondisi psikologis seseorang, mengatasi masalah psikologis atau meningkatkan potensi psikologis yang sudah ada.
    Dari segi tindakan: seorang psikoterapis melakukan tindakan terapi berdasarkan ilmu psikologi modern yang sudah teruji efektivitasnya.

Comments (0)

Akulturasi dan Relasi Internakultural
@ Sunday, November 4, 2012 ; 8:04 PM | *TOP.

Akulturasi adalah suatu proses sosial yang timbul manakala suatu kelompok manusia dengan kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur dari suatu kebudayaan asing. Kebudayaan asing itu lambat laun diterima dan diolah ke dalam kebudayaannya sendiri tanpa menyebabkan hilangnya unsur kebudayaan kelompok itu sendiri.
Akulturasi budaya dapat terjadi karena keterbukaan suatu komunitas masyarakat akan mengakibatkan kebudayaan yang mereka miliki akan terpengaruh dengan kebudayaan komunitas masyarakat lain. Selain keterbukaan masyarakatnya, perubahan kebudayaan yang disebabkan “perkawinan“ dua kebudayaan bisa juga terjadi akibat adanya pemaksaan dari masyarakat asing memasukkan unsur kebudayaan mereka. Akulturasi budaya bisa juga terjadi karena kontak dengan budaya lain, sistem pendidikan yang maju yang mengajarkan seseorang untuk lebih berfikir ilmiah dan objektif, keinginan untuk maju, sikap mudah menerima hal-hal baru dan toleransi terhadap perubahan.
Akulturasi sendiri sudah ada dari jaman masuknya Hindu-Budha ke Indonesia, selain dari sisi agama akulturasi juga berkembang ke arah kehidupan jaman sekarang. Seperti contohnya adalah lagu jawa yang biasa dinyanyikan dengan nada yang sedikit membosankan dan bertempo lambat bisa dinyanyikan dengan cara rap. Rap sendiri adalah budaya yang diusung oleh Amerika Serikat.

“Intercultural Communication: A Reader” dimana dinyatakan bahwa komunikasi antar budaya (intercultural communication) terjadi apabila sebuah pesan (message) yang harus dimengerti dihasilkan oleh anggota dari budaya tertentu untuk konsumsi anggota dari budaya yang lain (Samovar & Porter, 1994, p. 19).
Komunikasi antarbudaya adalah komunikasi yang terjadi di antara orang-orang yang memiliki kebudayaan yang berbeda (bisa beda ras, etnik, atau sosioekonomi, atau gabungan dari semua perbedaan ini.) Menurut Stewart L. Tubbs, komunikasi antarbudaya adalah komunikasi antara orang-orang yang berbeda budaya. Kebudayaan adalah cara hidup yang berkembang dan dianut oleh sekelompok orang serta berlangsung dari generasi ke generasi.
Ada beberapa perbedaan dalam kelompok-kelompok kultural yaitu bermacam aktifitas dari kultur ke kultur. Pria dan wanita seringkali tidak sama dalam melihat dunia. Tua dan muda memiliki tujuan dan cita-cita yang berbeda. Muslim dan nasrani memiliki keyakinan yang berbeda, seperti kata pepatah “ When in Rome do as the Romans do” ini menyiratkan bahwa mudah saja untuk beradaptasi dalam perbedaan, cara berpikir maupun kebiasaan, walaupun telah beradaptasi ke kultur yang baru tetapi tetap saja “Only Romans are Romans dan hanya mereka (Romans) yang tahu caranya menjadi orang Roma sebenarnya.


Jadi dapat kita simpulkan bahwa hubungan antara akulturasi dan relasi internakultural sebenarnya adalah proses yang saling mempengaruhi, komunikasi antar budaya akan mempengaruhi akulturasi dan akulturasi itu sendiri dapat terjadi karena adanya komunikasi antara dua kebudayaan atau lebih. 


http://id.wikipedia.org/wiki/Akulturasi
http://www.scribd.com/doc/58351609/Komunikasi-Intercultural


Comments (0)

Transmisi Budaya dan Biologis Serta Awal Perkembangan & Pengasuhan
@ ; 7:30 PM | *TOP.


Apa sih transmisi budaya itu?

Transmisi budaya ialah  kegiatan pengiriman atau penyebaran pesan dari generasi yang satu ke generasi yang lain tentang sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan dan sulit diubah.
Budaya merupakan suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbeda budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari. mewariskan budaya dari generasi yang satu ke generasi yang lain melalui sebuah kegiatan pengiriman atau penyebaran sebuah kebiasaan/adat istiadat yang sulit untuk diubah disebut dengan transmisi budaya.

Kalau bentuk-bentuk transmisi budaya apa saja?

Bentuk transmisi budaya itu dibagi menjadi tiga, yaitu :
1. Enkulturasi
Enkulturasi adalah Proses penerusan kebudayaan dari generasi yang satu kepada generasi berikutnya selama hidup seseorang individu dimulai dari insttitusi keluarga terutama tokoh ibu. Enkulturasi mengacu pada proses dengan mana kultur (budaya) ditransmisikan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Kita mempelajari kultur, bukan mewarisinya. Kultur ditransmisikan melalui proses belajar, bukan melalui gen. Orang tua, kelompok, teman, sekolah, lembaga keagamaan, dan lembaga pemerintahan merupakan guru-guru utama dibidang kultur. Enkulturasi terjadi melalui mereka.
Proses belajar dari orang-orang terdekat dan lingkungannya itulah yang membantu perkembangan psikologi individu.

2. Sosialisasi
Sosisalisasi adalah proses pemasyarakatan, yaitu seluruh proses apabila seorang individu dari masa kanak-kanak sampai dewasa, berkembang, berhubungan, mengenal, dan menyesuaikan diri dengan individu-individu lain dalam masyarakat. Menurut Soerjono Soekanto, sosialisasi adalah suatu proses di mana anggota masyarakat baru mempelajari norma-norma dan nilai-nilai masyarakat di mana ia menjadi anggota.
Maka sosialisasi ini mengajarkan individu untuk mengenal individu lain didalam masyarakat agar bisa mengenal kebudayaan masyarakat tersebut dan bisa berkembang dengan baik.

3.Akulturasi
Akulturasi adalah suatu proses sosial yang timbul manakala suatu kelompok manusia dengan kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur dari suatu kebudayaan asing. Kebudayaan asing itu lambat laun diterima dan diolah ke dalam kebudayaannya sendiri tanpa menyebabkan hilangnya unsur kebudayaan kelompok itu sendiri. Akulturasi mengacu pada proses dimana kultur seseorang dimodifikasi melalui kontak atau pemaparan langsung dengan kultur lain. Misalnya, bila sekelompok imigran kemudian berdiam di Amerika Serikat (kultur tuan rumah), kultur mereka sendiri akan dipengaruhi oleh kultur tuan rumah ini. Berangsur-angsur, nilai-nilai, cara berperilaku, serta kepercayaan dari kultur tuan rumah akan menjadi bagian dari kultur kelompok imigran itu. Pada waktu yang sama, kultur tuan rumah pun ikut berubah.
Bentuk transmisi akulturasi ini sangat menarik karena memadukan lebih dari satu kebudayaan. Tetapi modifikasi kebudayaan ini bisa berdampak buruk juga jika kebudayaan yang mendominasi tidak sesuai dengan norma-norma atau nilai-nilai yang telah ada pada lingkungan tersebut.


Lalu, apa pengaruh transmisi budaya terhadap perkembangan psikologi individu?

Pengaruh enkulturasi pada perkembangan psikologis individu mempengaruhi proses belajar individu dan sikap individu dengan sistem norma, adat serta peraturan yang berlaku di budaya-budaya tertentu. Selain enkulturasi, akulturasi juga dapat mempengaruhi perkembangan psikologis seseorang dengan suatu proses sosial yang timbul manakala suatu kelompok manusia dengan kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur dari suatu kebudayaan asing. Akulturasi terjadi karena sekelompok orang asing yang berangsur-angsur mengikuti cara atau peraturan di dalam lingkup orang Indonesia. Setelah enkulturasi dan akulturasi, transmisi budaya yang dapat mempengaruhi perkembangan psikologis seseorang adalah sosialisasi. Pada dasarnya sosialisasi adalah kemampuan seseorang berinteraksi di lingkungan sosial mereka. pada sosialisasi faktor-faktor seperti intelektial dan emosional mempengaruhi keberhasilan individu dalam bersosialisasi.


http://id.wikipedia.org/wiki/Sosialisasi
http://id.scribd.com/doc/68996864/TRANSMISI-BUDAYA
http://id.wikipedia.org/wiki/Budaya


Comments (0)

Psikologi Lintas Budaya
@ Sunday, October 14, 2012 ; 7:41 PM | *TOP.

       Psikologi lintas budaya adalah bagian dari ilmu psikologi, psikologi lintas budaya membahas mengenai persamaan dan perbedaan fungsi individu dalam berbagai budaya dan kelompok etnik secara psikologis, mengenai hubungan-hubungan di antara psikologis dan sosio-budaya, ekologis, dan ubahan biologis, serta mengenai perubahan-perubahan yang berlangsung. 
            Menurut Segall (Dasen dan Poortinga) psikologi lintas-budaya adalah kajian mengenai perilaku manusia dan penyebarannya, sekaligus memperhitungkan cara perilaku itu dibentuk dan dipengaruhi oleh kekuatan-kekuatan sosial dan budaya. Definisi ini mengarahkan perhatian pada dua hal pokok yaitu: keragaman perilaku manusia di dunia dan kaitan antara perilaku terjadi. Definisi ini relatif sederhana dan memunculkan banyak persoalan. Sejumlah definisi lain mengungkapkan beberapa segi baru dan menekankan beberapa kompleksitas: Riset lintas-budaya dalam psikologi adalah perbandingan sistematik dan eksplisit antara variabel psikologis di bawah kondisi-kondisi perbedaan budaya dengan maksud mengkhususkan antesede-anteseden dan proses-proses yang memerantarai kemunculan perbedaan perilaku.

  • Tujuan Psikologi Lintas Budaya
        Tujuan psikologi lintas budaya adalah untuk melihat perilaku manusia berdasarkan budaya yang sangat beragam. Selain itu melihat perilaku universal dan perilaku yang unik untuk mengidentifikasi cara di mana budaya dampak perilaku kita, kehidupan keluarga, pendidikan, pengalaman sosial dan daerah lainnya. Psikologi lintas budaya juga bertujuan untuk mengetahui perbedaan serta persamaan fungsional manusia secara psikologis dalam berbagai budaya dan ubahan sosial-budaya, ekologis, serta biologis.

  • Hubungan Psikologi Lintas Budaya dengan Disiplin Ilmu Lain
a. Psikologi Lintas Budaya dengan Antropoplogi
   Antropologi menurut Koentjaraningrat adalah ilmu yang mempelajari umat manusia pada umumnya dengan mempelajari aneka warna, bentuk fisik masyarakat serta kebudayaan yang dihasilkan.
Dalam ilmu psikologi lintas budaya, kita harus mengetahui apakah budaya tersebut sehingga membutuhkan ilmu antropologi itu sendiri agar lebih mudah memahami perilaku manusia berdasarkan kebudayaannya yang beragam.

b. Psikologi Lintas Budaya dengan Sosiologi
 Menurut Soerjono Soekamto, Sosiologi adalah ilmu yang memusatkan perhatian pada segi-segi kemasyarakatan yang bersifat umum dan berusaha untuk mendapatkan pola-pola umum kehidupan masyarakat. Jadi hubungan Psikologi Lintas Budaya dengan Sosiologi adalah sama-sama mempelajari mengenai fungsi individu dalam masyarakat serta mempelajari budaya dan kelompok etnik yang berada dalam masyarakat, hanya saja psikologi lintas budaya lebih kepada bidang psikologisnya.

c. Psikologi Lintas Budaya dengan Kepribadian
   Kepribadian merupakan konsep dasar psikologi yang berusaha menjelaskan keunikan manusia. Kepribadian mempengaruhi dan menjadi kerangka acuan dari pola pikir dan perilaku manusia, serta bertindak sebagai aspek fundamental dari setiap individu yang tak lepas dari konsep kemanusiaan yang lebih besar, yaitu budaya sebagai konstruk sosial. Menurut Roucek dan Warren, kepribadian adalah organisasi yang terdiri atas faktor-faktor biologis, psikologis dan sosiologis. Hal pertama yang menjadi perhatian dalam studi lintas budaya dan kepribadian adalah perbedaan diantara keberagaman budaya dalam memberi definisi kepribadian. Semua teori mulai dari psikoanalisa Freud, behavioral approach Skinner, hingga humanistic Maslow-Rogers meyakini bahwa kepribadian berlaku konsisten dan konsep-konsep mereka berlaku universal. Dalam budaya timur, asumsi stabilitas kepribadian sangatlah sulit diterima. Budaya timur melihat bahwa kepribadian adalah kontekstual (contextualization). Kepribadian bersifat lentur yang menyesuaikan dengan budaya dimana individu berada. Kepribadian cenderung berubah, menyesuaikan dengan konteks dan situasi.

d. Psikologi Lintas Budaya dengan Ekologi
   Ekologi diartikan sebagai ilmu yang mempelajari baik interaksi antar makhluk hidup maupun interaksi antara makhluk hidup dan lingkungannya.
Hubungan antara psikologi lintas budaya dengan ekologi yaitu ekologi mempelajari mengenai interaksi yang baik dengan makhluk hidup maupun lingkungan yang beraneka ragam.





Referensi :
http://id.wikipedia.org/wiki/Psikologi_lintas_budaya
http://id.wikipedia.org/wiki/Ekologi
http://id.wikipedia.org/wiki/Definisi_Sosiologi

Comments (0)

Pemerkosa, Apakah Termasuk Gangguan Mental?
@ Tuesday, March 20, 2012 ; 7:35 PM | *TOP.

Semua manusia dalam kehidupannya tentu pernah mengalami suatu kejadian yang begitu membekas dalam strukutur kepribadiannya. Peristiwa tersebut disebut peristiwa traumatis.Contohnya adalah kematian orang yang dicintai, kegagalan dalam menempuh ujian, maupun pengalaman yang tidak menyenangkan yang membuat takut. Peristiwa-peristiwa traumatik seperti itu akan mempengaruhi kondisi mental kita. Pada kondisi badan yang sedang fit dan keadaan lingkungan sekitar yang kondusif, tentunya kita akan dapat mempertahankan status kesehatan fisik dan mental kita. Namun dalam kondisi yang bertolak belakang maka keadaan individu akan drop dan tidak akan dapat untuk mempertahankan status kesehatannya.

Salah satu gangguan kesehatan mental adalah pemerkosaan. Pemerkosaan adalah suatu tindakan kriminal berwatak seksual yang terjadi ketika seorang manusia (atau lebih) memaksa manusia lain untuk melakukan hubungan seksual dalam bentuk penetrasi vagina atau anus dengan penis, anggota tubuh lainnya seperti tangan, atau dengan benda-benda tertentu secara paksa baik dengan kekerasan atau ancaman kekerasan.
Pemerkosaan dapat terjadi pada siapa saja, tidak hanya para wanita, laki-laki, tetapi juga anak-anak. Bukan hanya karena korban tersebut  yang memancing hawa nafsu pelaku. Tetapi mungkin sebagian besar pelaku pemerkosaan mereka mempunyai kondisi mental yang tidak sehat.

Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan seseorang mengalami gangguan kesehatan, terutama dari segi kesehatan mental. Ada dua faktor yang boleh menimbulkan terjadinya gangguan jiwa, yaitu Faktor Predisposisi dan Faktor Presipitasi. Faktor Predisposisi adalah faktor yang melatarbelakangi seseorang mengalami gangguan jiwa, sedangkan Faktor Presipitasi adalah faktor yang mencetuskan terjadinya gangguan jiwa pada seseorang untuk kali yang pertama.

Individu yang memiliki faktor predisposisi akan lebih mudah untuk mengalami gangguan jiwa karena sejak lahir atau selama proses perkembangannya, individu tersebut memiliki kepribadian maupun coping mechanism yang kurang optimal yang disebabkan oleh faktor bawaan yang didapatkan sejak lahir maupun melalui lingkungan sekitar. Individu yang memiliki faktor predisposisi ibaratnya tinggal menunggu faktor presipitasi sebelum akhirnya mengalami gangguan jiwa, yaitu suatu peristiwa yang dapat menggoyahkan dan mengganggu keseimbangan jiwa individu sehingga akhirnya individu bersangkutan tidak mampu untuk mengatasi masalah yang dihadapinya yang pada akhirnya mengalami gangguan jiwa.

Jadi, pemerkosaan dapat dikatakan gangguan kesehatan mental karena dia mempunyai faktor presdiposisi  dan juga faktor presipitasi.

Labels:


Comments (0)

Kesehatan Mental
@ ; 1:35 PM | *TOP.

Sehat, pasti semua orang ingin sehat. Sehat dalam kehidupan sehari hari sering dipakai untuk menyatakan bahwa sesuatu dapat bekerja secara normal. Kebanyakan orang mengatakan sehat jika badannya merasa segar dan nyaman. Bahkan seorang dokter pun akan menyatakan pasiennya sehat manakala menurut hasil pemeriksaan yang dilakukannya mendapatkan seluruh tubuh pasien berfungsi secara normal. Kesehatan seseorang tidak hanya diukur dari aspek fisik, mental, dan sosial saja, tetapi juga diukur dari produktivitasnya dalam arti mempunyai pekerjaan atau menghasilkan sesuatu secara ekonomi.

Saat kita merasa tubuh dan fisik kita sakit, kita dapat langsung mengobatinya dengan pergi berobat kedokter. Lalu apa yang harus kita lakukan jika keadaan mental kita yang sakit? Sebenarnya apa yang dimaksud dengan Kesehatan mental?

Seperti halnya kesehatan fisik, kesehatan mental sangat penting bagi setiap fase kehidupan. kesehatan mental meliputi upaya-upaya mengatasi stres, berhubungan dengan orang lain, dan mengambil keputusan. Jadi, kesehatan mental adalah kondisi dimana badan (jasmani), rohani (mental), dan sosial berjalan dengan normal dan terbebas dari segala jenis gangguan pikiran, perasaan, dan perilaku. Pikiran sehat tercermin dari cara berpikir atau jalan pikiran.Emosional sehat tercermin dari kemampuan seseorang untuk mengekspresikan emosinya seperti: takut, gembira, kuatir, sedih, dan sebagainya.

Ada tiga cara untuk menghindari gangguan kesehatan mental :

1. Keseimbangan dalam berpikir

Selalu berpikiran positif ketika kamu mempunyai masalah. Kamu harus mempertimbangakan fakta, pendapat sendiri, perasaan kamu, dan bagaimana kamu bereaksi terhadap masalah tersebut. Jika kamu hanya memperdulikan salah satu aspek, contohnya perasaan kamu, mengontrol logika berpikir kamu sendiri, maka pikiran kamu pun akan menyimpang. Masalah pun dapat menjadi lebih buruk.

2. Olahraga

Berolahraga tidak hanya baik untuk kesehatan tubuh, tetapi juga mental. Berolahraga dapat meningkatkan endorphins, serotonin, dan dopamine pada tubuh yang dapat memberikan perasaan senang dan tenang. Zat-zat tersebut juga dapat mengatur perasaan gelisah, stres, dan depresi.

3. Relaksasi

Ketika kamu sudah mempunyai masalah dan tidak tahu harus melakukan apa, mungkin kamu dapat melakukan suatu relaksasi, seperti meditasi. Meditasi dapat mengistirahatkan pikiran anda dan membantu untuk fokus terhdap apa yang sedang terjadi

Labels:


Comments (0)

Sebuah cerita yang belum usai
@ Thursday, November 3, 2011 ; 1:00 AM | *TOP.

Aku tahu aku jatuh cinta padamu. Sialnya tidak hanya sekali, tetapi berkali-kali.
Apakah kamu pernah merasakan hal itu?

Jatuh cinta mungkin perasaan yang menyenangkan, tapi tidak untukku. Untuk perasaan yang selalu aku rasakan padamu bertahun-tahun lamanya. Perasaan yang sering kali harus aku tutup-tutupi dari kamu dan juga semua teman-temanmu. Diam-diam. Yah aku mencintaimu secara diam-diam. Dan parahnya, aku selalu berharap kamu merasakan hal yang sama yaitu menyukaiku.

Aku tidak pernah bermimpi untuk jatuh cinta padamu, tapi setelah aku mencintaimu aku juga tidak menyesalinya. Aku jatuh cinta padanya saat kami masih sama-sama bau kencur, masih tidak mengerti mau jadi apa nanti kita kedepannya, masih bisa memikirkan yang hanya bisa membuat kita senang tanpa peduli masalah sekitar. Terdengar sangat tidak romantis, tapi saat aku berbaring di tempat tidur dan memikirkan bagaimana awal kita bertemu dan bagaimana aku bisa mencintaimu selalu bisa membuatku tersenyum.

"Orang yang jatuh cinta diam-diam harus bisa melanjutkan hidupnya dalam keheningan." -MMJ-
Aku selalu berusaha untuk menerima apa yang terjadi, aku tahu terkadang kenyataan tidak sama dengan apa yang kita inginkan.

Hidup berjalan terus, diriku dan dirinya, tanpa pernah saling bertemu. Aku menjalin hubungan dengan orang lain dan aku tidak tahu apa yang terjadi dengannya, apakah dia sudah menemukan orang yang mencintainya dan juga dia cintai. Setelah sekian lama tidak bertemu dan mendengar kabarnya, akhirnya aku mengetahui kabarnya. Dan sekali lagi aku jatuh cinta kepadanya. Tapi apakah Tuhan memang tidak mengijinkan aku untuk bersamanya? Saat mengetahui kabarnya dari kecanggihan informasi yang ada saat ini, ternyata sekarang dia berbeda kota denganku untuk menggapai semua cita-cita yang dia telah rencanakan.

Dulu saat aku masih menjadi anak kecil, aku selalu berdoa, "Semoga besok dia bisa suka sama aku.'' Tapi aku tahu doa tersebut tidak pernah terkabul. Kemudian aku hanya bisa berdoa yang lebih realistis "Mudah-mudahan dia mendapatkan seseorang dan dia bahagia. Sudah cukup."

Dan setelah bertahun-tahun lama ternyata semuanya tidak berubah. Aku tetap jatuh cinta padanya dan hanya bisa jatuh cinta diam-diam. Dan pada akhirnya, seperti kata Raditya Dika dalam novel MMJ, "Orang yang jatuh cinta diam-diam hanya bisa mendoakan. Mereka cuma bisa mendoakan setelah capek berharap, pengharapan yang dari dulu, yang tumbuh dari kecil sekali, hingga makin lama makin besar, lalu semakin lama semakin jauh. Orang yang jatuh cinta diam-diam pada akhirnya menerima. Orang yang jatuh cinta diam-diam paham bahwa kenyataan terkadnag berbeda dengan apa yang kita inginkan. Terkadang yang kita inginkan bisa jadi yang tidak sesungguhnya kita inginkan. Terkadang yang kita butuhkan hanya merelakan. Orang yang jatuh cinta diam-diam hanya bisa, seperti yang mereka sering lakukan, jatuh cinta sendirian."

Kaulah yang membuat aku jatuh cinta berkali-kali. Hatimu.
Tapi aku tidak bisa bosan jatuh cinta padanmu. I Miss You and take care yourself :)

Labels:


Comments (0)

Fenomena Jejaring Sosial
@ Sunday, October 23, 2011 ; 10:20 PM | *TOP.

Jejaring sosial? Siapa sih yang sekarang gatau dengan yang namanya jejaring sosial? Pasti anak muda jaman sekarang udah hafal luar dalem kali yah sama hal tersebut.
Mungkin kalian masih ingat dengan Friendster? Itu adalah jejaring sosial pertama yang saya mainkan hehe.. Dulu rasanya kalo belum main itu, berarti kalian belum gaul. Semakin berkembangnya internet semakin berjamur pula jejaring-jejaring sosial disekitar kita. Facebook-lah, twitter, myspace, formspring, dan lain sebagainya.
Saya rasa sampai saat ini jejaring sosial terpopuler di dunia masih facebook kali yah, karena item-item atau aplikasi yang ditawarkan oleh mereka sudah cukup lengkap dan sangat mudah untuk digunakan dikalangan remaja maupun dewasa.
Sekarang apa sih dampak yang dihasilkan oleh jejajring sosial tersebut? Saya rasa sih sebagai pengguna jejaring sosial cukup banyak yah dampak yang dihasilkan entah itu positif maupun negatifnya. Dampak positif yang bisa dirasakan kita bisa menambah teman dengan mudah bukan? tinggal klik add friends, lalu confirm, dan bertemanlah kita. Tapi bukan itu saja, kita juga bisa bertemu dengan teman-teman lama yang sudah tidak pernah terdengar lagi kabarnya, dan terkadang kita bisa dapat informasi lebih cepat sebelum kita melihatnya di televisi. Kalo kita mempunyai usaha sendiri kita bisa mempromosikan di jejaring sosial secara free, cuma kalo terlalu berlebihan mungkin agak annoying juga untuk pengguna jejaring sosial yang lain. Selain dampak positif ada juga dampak negatifnya, jejaring sosial bisa menjadi tempat kriminalitas terjadi dari penipuan sampai pemerkosanpun bisa terjadi, lalu terkadang kita suka berbicara seenaknya tanpa memikirkan dampaknya dimasa depan tetap ingat dengan etika berinternet, dan yang paling parah menurut saya dari dampak jejaring sosial adalah mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat, kita jadi sering tidak peduli dengan lingkungan sekitar kita karena kita lebih terfokus oleh sesuatu yang ada di jejaring tersebut.
Kita boleh bermain jejaring sosial karena itu juga dapat memperluas pergaulan kalian, tapi saya rasa kita harus tetap memikirkan kapan dan dimana kita bisa memainkannya. Dan jangan sampai kita terkena dampak negatif dari hal tersebut, Take care yourself,guys!

Labels:


Comments (0)

@ Friday, October 21, 2011 ; 12:22 PM | *TOP.

Can we pretend that airplanesIn the night sky are like shooting stars?I could really use a wish right nowWish right now, wish right now
( Airplanes - B.O.B )

Entah kenapa kata-kata itu stuck di otak gue.
Mungkin karena gue mengaharapkan hal yang sama kali yah, gue berharap bakal ada bintang jatuh dan semua permohonan gue bisa dikabulkan hanya dengan melihat bintang jatuh.
God, please give me one shooting star.

Labels:


Comments (0)

Etika Berinternet
@ Tuesday, October 11, 2011 ; 8:55 PM | *TOP.

Manusia adalah mahluk sosial, tapi kita tidak hanya dapat bersosialisasi secara langsung atau tatap muka. Dengan adanya kemajuan jaman pada saat ini manusia sudah dapat bersosialisasi dengan orang yang berada negara lain bahkan di belahan dunia yang belom pernah kita bayangkan. Tapi dalam bergaul kita tentu tidak dapat sembarangan dalam bertindak atau melakukan sesuatu, dan penilaian suatu yang baik dan buruk tersebut disebut etika.
Etika sebenernya mengikat erat pergaulan manusia dimanapun ia berada, dan bagaimanapun cara atau media interkasi yang digunakan. Di masa kini media dan teknologi dalam pergaulan manusia telah berkembang sangat canggih. Hal ini menjadikan ruang dan waktu tidak lagi menjadi penghalang. Namun demikian, satu hal yang akan terus berlaku, bahwa apa dan bagaimanapun media komunikasi yang digunakan harus tetap dilandasi dengan etika.

Ini adalah salah satu etiket yang ada dalam berinternet :
1. Perlakukan email secara pribadi
Jika seseorang mengirim informasi atau gagasan secara pribadi, tidak sepatutnya kita mengirimnya ke forum umum, seperti kelompok grup, atau mailing-list. Email pada dasarnya adalah alat komunikasi personal.

2. Jangan Membicarakan Orang Lain
Jangan membicarakan orang atau pihak lain, apalagi kejelekan- kejelakannya. Berhati-hatilah terhadap apa yang anda tulis. E-mail memiliki fasilitas bernama "Forward", yang mengizinkan si penerima akan meneruskannya (forward) ke orang lain.

3. Jangan gunakan huruf kapital
Seperti halnya membaca suratkabar, atau surat, membaca pesan e-mail yang menggunakan huruf besar/kapital yang berlebihan tidak enak dilihat. Tapi di samping itu, terutama dalam tata krama berkomunikasi dengan email/chat, penggunaan huruf besar [kapital] biasanya dianggap berteriak. Mungkin saja maksudnya hanya untuk memberi tekanan pada maksud Anda.

4. Jangan terlalu banyak mengutip
Hati-hati dalam melakukan balasan (reply). Fasilitas 'Reply' dari sebagian besar program mailer biasanya akan mengutip pesan asli yang Anda terima secara otomatis ke dalam isi surat Anda. Jika harus mengutip pesan seseorang dalam jawaban e-mail, usahakan menghapus bagian-bagian yang tidak perlu, dan hanya menjawab bagian-bagian yang relevan saja.

5. Jangan gunakan CC (copy carbon)
Jika Anda ingin mengirim mail ke sejumlah orang (misalnya di mailing-list), usahakan atau hindari mencantumkan nama-nama pada baris CC. Jika Anda melakukan hal itu, semua orang yang menerima e-mail Anda, akan bisa melihat alamat-alamat e-mail orang lain. Umumnya orang tidak suka bila alamat e-mailnya dibeberkan di depan umum. Selalu gunakan BCC (blind carbon copy). Dengan cara ini setiap orang hanya bisa melihat alamat e-mailnya sendiri.

6. Jangan gunakan format HTML
Jika Anda mengirim sebuah pesan penting ke rekan Anda, jangan gunakan format HTML tanpa Anda yakin bahwa program e-mail rekan Anda bisa memahami kode HTML. Jika tidak, pesan Anda sama sekali tidak terbaca atau kosong. Sebaiknya, gunakan plain text.

7. Jawablah Secara Masuk Akal
Jawablah setiap pesan e-mail secara masuk akal. Jangan menjawab dua tiga pertanyaan dalam satu jawaban. Apalagi, menjawab pesan e-mail yang panjang lebar, dan Anda menjawab dalam satu kata: "Good." Wah, ini sangat menyebalkan.

Mungkin hal-hal tersebut terdengar sepele dan tidak begitu penting, tapi bila kita melanggar salah satu etika tersebut mungkin itu dapat menyakiti perasaan seseorang yang kita tidak ketahui. Oleh karena itu, taati etika berinternet, yuk!

Labels:


Comments (0)

Internet
@ ; 8:18 AM | *TOP.

Internet, sepertinya kata itu sudah tidak asing ditelinga kita. Tapi apakah kalian tahu apa yang dimaksud dengan internet?


Internet adalah kumpulan dari jutaan komputer di seluruh dunia yang terkoneksi antara yang satu dengan yang lain. Media koneksi yang digunakan bisa melalui sambungan telpon, serat optik (fiber optic), kabel koaksial (coaxial cable), satelit atau dengan koneksi wireless.
Ketika kita logon (dalam hal ini terhubung) dengan internet, kita diberikan hak akses ke komputer-komputer lain di seluruh dunia yang terhubung juga dengan internet. Dengan kemajuan teknologi yang semakin pesat, saat ini internet dapat dihubungi dengan koneksi wireless dari handheld PC atau dari sebuah komputer notebook.
Setelah terhubung dengan internet kita dapat melakukan beberapa hal, misalnya : mengirim dan menerima email, chating dengan media text atau suara, berselancar (surfing) di World Wide Web, atau hal-hal lain dengan suatu software aplikasi tertentu.
Secara sederhana, cara kerja Internet sama seperti sistem pos atau sistem pengantar parcel, kecuali Internet bekerja dengan sangat cepat.Misalnya, bila sekarang ini kita di Surabaya dan akan berkirim email ke Amerika, setelah kita tekan tombol Kirim (Send) selanjutnya email kita tadi akan menuju ke mail server. (Mail server ini biasanya bukanlah komputer yang sedang kita pakai saat ini, tetapi bagian dari layanan yang ada di Internet, sehingga kita bisa saja keluar dari Internet setelah menekan tombol Kirim tanpa mengganggu proses pengiriman email tersebut). Kemudian, mail server kita tersebut akan mencoba mengontak mail server di Amerika melewati rute Jakarta - Singapura - Jepang - Amerika atau bila rute tersebut sibuk dapat menngunakan rute Australia - Amerika. 
Paket data dalam Internet memiliki ukuran tertentu sehingga bila email kita tadi cukup besar bisa saja dibagi dalam beberapa paket dan masing-masing paket dapat dikirim dengan rute yang berbeda. Setelah sampai di Amerika, mail server di sana akan membangun kembali email kita tersebut menjadi satu bagian utuh yang siap disajikan.
Bila satelit yang digunakan dalam rute-rute tersebut sibuk maka mail server kita akan mencoba untuk mengirim kembali setelah beberapa saat sampai benar-benar terkirim. Bila sampai maksimum sampai 4 hari lebih (tergantung setting mail server kita) email itu belum bisa terkirim maka akan dikirimkan email pemberitahuan bahwa email kita tidak sampai.
Rute yang harus dilewati paket data di Internet sangat panjang dan melibatkan banyak sekali komputer di seluruh dunia, sehingga bila data yang kita kirimkan adalah data yang pribadi dan/atau penting, sebaiknya menggunakansecure server, yaitu server yang dilengkapi dengan fasilitas enkripsi data sebelum mengirim data ke komputer lain dan fasilitas dekripsi bila menerima paket data dari komputer lain.

sumber : faculty.petra.ac.id

Labels:


Comments (0)

@ Monday, June 20, 2011 ; 8:24 PM | *TOP.


Semalem nemu video ini di kaskus. Klise but I like it, so enjoy this video :)

Comments (1)

#2
@ Thursday, June 16, 2011 ; 9:56 PM | *TOP.

They say follow your heart.
But when your heart is in so many pieces.
Which way are you to follow?

Labels:


Comments (0)

Ungkapan hati yang tidak terlalu penting
@ Tuesday, May 31, 2011 ; 2:06 AM | *TOP.

Gue rasa gue mulai lupa rasanya jatuh cinta. Gue mulai lupa rasanya deg-degan karena cowo yang kita taksir. Gue mulai lupa membuat cowo suka sama gue. Apa iya gue udah mati rasa? Gue engga tahu pasti, tapi gue udah cukup lama tidak merasakan 3 hal tersebut dan gue juga tidak ada niatan sama sekali untuk mencari seseorang yang bisa mengisi kekosongan dan kematian rasa gue.
Mungkin rasa sakit yang gue rasakan dulu membuat gue benar-benar mati rasa!! Itu kebodohan lo dew! kenapa lo bisa segitu sayangnya sama cowo, dan lo sekarang yang ngerasain dampaknya kan? Orang yang lo dulu amat sangat lo sayang itu, udah bahagia, udah seneng dengan perempuan yang menurut gue tidak lebih baik dari gue. Bagi dia lo cuma seseorang yang patut dilupakan. Sekarang, liat diri lo dew, lo udah kayak robot yang tidak bisa ngerasain namanya CINTA. kasian sekali.
MOVE ON dew, itu kata-kata yang selalu diucapkan sahabat-sahabat gue. Tapi ternyata tidak segampang itu bangun dari lubang yang sudah terlalu dalam. Akhirnya, gue bisa berdiri meski harus dipapah oleh tiangtiang penyangga. Gue selalu menoleh kebelakang ternyata lubang tersebut tidak pernah hilang walau gue terus berjalan menjauhi tempat tersebut. Gue merasa beruntung banget punya sahabat-sahabat yang bisa tetep memapah gue sampai sekarang, tapi gue sadar pasti mereka lama-lama akan bosan, jenuh, capek menjadi tiang penyangga untuk gue. Hari ini gue merasa sudah tidak kuat untuk berdiri meski banyak sekali penyangga disekitar sini. Aku hanya ingin duduk, istirahat, mengambil nafas dalam-dalam dan melepas topeng yang selama ini aku pakai. Aku lelah harus selalu merasa tegar didepan mereka, biarlah kali ini mereka melihat keterpurukanku lagi. Aku hanya butuh waktu. Waktu yang akan menyembuhkan rasa sakitku dan waktu pulalah yang akan menjawab penantian dan rasa lelahku selama ini.
Mungkin tulisan ini sangat berantakan dan sangat jelek, tapi tulisan ini menggambarkan rasa terima kasihku  untuk semua sahabat yang selalu ada kapan saja. Maaf seorang dewi harus jatuh untuk kedua kalinya, tapi aku yakin tak lama lagi seorang dewi dapat berdiri tegak tanpa satupun penyangga dikehidupannya. I Love you always my besties ({})

Labels:


Comments (0)

#1
@ Friday, May 27, 2011 ; 11:49 AM | *TOP.

"God when I lose hope, 
help me to remember that your plans for my life are better than my dreams..."

Labels:


Comments (0)

All About Mathematic
@ ; 12:46 AM | *TOP.

Kali ini saya mendapat tugas yang cukup berbeda. Biasanya saya mendapat tugas mengenai alam semesta, bumi dan kehidupan sehari-hari, tapi kali saya harus menulis mengenai matematika. Iya Matematika.
Saat mendengar matematika itu sendiri pasti yang terbayang di otak kita adalah angka-angka dan rumus-rumus yang menjelimat. Dan saya adalah salah satu orang yang tidak begitu menyukai mempelajari matematika. Namun tanpa sadar sebenernya matematika selalu ada dikehidupan kita dari kita mulai memasuki bangku sekolah hingga sekarang saya yang sudah menjadi mahasiswa, karena matematika adalah sebagai ilmu dasar segala bidang ilmu pengetahuan. 
Matematika, kata itu berasala dari bahasa Yunani Kuno (mathema), adalah studi besaran, strukutur, tuang dan besaran. Banyak pendapat menegenai apa itu matematika? Seorang matematikawan Benjamin Peirce menyebut matematika sebagai "Ilmu yang menggambarkan simpulan-simpulan yang penting". Tapi menurut Albert Einstein menyatakan bahwa "sejauh hukum-hukum matematika merujuk pada kenyataan, mereka tidaklah pasti; dan sejauh mereka pasti, mereka tidak merujuk pada kenyataan."
Jadi pertanyaannya sekarang, apakah matematika itu? Matematika sangat sulit didefinisikan secara akurat, karena sampai oada saat ini belum ada kesepakatan di antara para matematikawan apa yang disebut metematika itu. Sasaran penelaahan matematika tidaklah konkrit namun abstrak. Dengan mengetahui sasaran  penelaahan metematika, kita dapat menegtahui hakekat matematika yang sekaligus dapat kita ketahui juga cara berpikir matematika itu.
Mungkin itu sedikit info yang bisa saya berikan mengenai matematika, tapi tenang kita mempelajari matematika bukan untuk mencari pengertian dan sejarah matematika itu sendiri. Kita mempelajari matematika karenan kini metematika digunakan  di seluruh dunia sebagai alat penting di berbagai bidang, termasuk ilmu alam, ilmu kedokteran, ilmu sosial bahkan psikologi. Jadi sekarang apakah saya sudah menyukai matematika? Tentu saja tidak, tapi saya berusaha untuk berbaik hati kepada pelajaran tersebut agar ilmu yang saya dapatkan tidak menjadi sia-sia.

Labels:


Comments (0)

Am I Evoluting?
@ Thursday, April 21, 2011 ; 11:46 PM | *TOP.

Am I evoluting? Saat mendapatkan tema yang diberikan oleh dosen, saya jadi berpikir sejenak. Apakah saya mengalami revolusi? Kalo pertanyaan itu ditujukan secara fisik, yah tentu saja saya amat sangat berevolusi. Saya bertambah besar, tinggi dan juga bertambah berat :D selain itu,dulu rambut saya seperti kabel telepon dan alhamdulillah rambut saya sekarang sudah cukup baik. Hal seperti itu dapat dikatakan sebagai revolusi bukan?
Lalu yang saya pikirkan sekarang, apakah saya mengalami revolusi dalam hal sifat?

Pada saat tk, saya ingat saya adalah anak yang cukup nakal dan emosionil. Saya tidak pernah mau yang namanya tidur siang dan saya suka membanting-banting barang kalo keinginan saya tidak terpenuhi. Dan apa yang orang tua saya lakukan kalo saya sudah seperti itu? Mengurung saya dikamar mandi haha. Waktu kecil saya selalu berpikir orang tua saya kejam tapi ternyata saya baru merasakan manfaatnya :)
Saat saya SD dan SMP, saya menjadi pribadi yang hampir berbeda dengan Dewi saat tk. Sifat saya mulai berevolusi lagi. Saya menjadi pribadi yang pendiam dan tidak mudah bergaul dengan orang sekitar, tapi saya orang yang cukup cerewet didepan orang-orang yang sudah saya kenal baik hehe. Pada saat itu yang saya pikirkan hanya menjadi juara dan mendapat  nilai bagus. Karena itu saya tidak mampunyai banyak teman. Setelah lulus SMP dan menunggu saat masuk SMA saya mulai berpikir, "kok teman-teman gue ga ada yang nyari gue yah? Apa mereka lupa pernah punya teman yang bernama Dewi?". Semenjak itu saya bertekad, saat masuk SMA saya mau menjadi pribadi yang periang, ramah, dan tidak tertutup pada hal sekitar. Dan Alhamdulillah saya bisa melakukan hal tersebut. Saya mempunyai banyak sahabat, teman, serta banyak guru yang mengenal saya. Saya cukup menyukai perubahan sifat saya itu dan saya tetap membawa sifat tersebut hingga saya duduk di bangku perkuliahan ini.
Sifat saya banyak sekali yang berubah dipengaruhi karena lingkungan sekitar, tapi perubahan tersebut tidak membuat saya melupakan 'dewi' yang dulu.
Saya yakin semua orang pasti berevolusi namun hanya kita sendirilah yang menentukan mau dibawa kemana perubahan diri kita. Kearah yang positif atau negatif? Semua pilihan ada ditangan kita masing-masing :)

Labels:


Comments (0)

Older

 |  Newer