DEWI'S BLOG ♥
Love Life and Future.
Profile

Hi, I'm Dewi. I am a ordinary girl. I am a student of Psycologhy faculty. College, organizing, having fun with my friends is my activities every day. I love my parents, my brother, and Insider Indies 85 2010. I Love my Life ♥♥♥.


Shoutout







Link



Archives

* October 2010
* November 2010
* February 2011
* March 2011
* April 2011
* May 2011
* June 2011
* October 2011
* November 2011
* March 2012
* October 2012
* November 2012
* April 2013
* May 2013
* June 2013
* January 2014

Pengertian Psikoterapi
@ Monday, April 8, 2013 ; 8:54 PM | *TOP.

Psikoterapi adalah suatu interaksi sistematis antara klien dan terapis yang menggunakan prinsip-psinsip psikologis untuk membantu menghasilkan perubahan dalam tingkah laku, pikiran dan perasaan klien supaya membantu klien mengatasi tingkah laku abnormal dan memecahkan masalah-masalah dalam hidup atau berkembang sebagai seorang individu.

James P. Chaplin membagi pengertian psikoterapi dalam dua sudut pandang. Secara khusus, psikoterapi diartikan sebagai penerapan teknik khusus pada penyembuhan penyakit mental atau pada kesulitan-kesulitan penyesuain diri setiap hari. Secara luas, psikoterapi mencakup penyembuhan lewat keyakinan agama melalui pembicaraan nonformal atau diskusi personal dengan guru atau teman.

Pengertian psikoterapi selain digunakan untuk penyembuhan penyakit mental, juga dapat digunakan untuk membantu, mempertahankan dan mengembangkan integritas jiwa, agar ia tetap tumbuh secara sehat dan memiliki kemampuan penyesuaian diri lebih efektif terhadap lingkungannya. Dengan demikian, tugas utama psikoterapis di sini adalah memberi pemahaman dan wawasan yang utuh mengenai diri pasien serta memodifikasi atau bahkan mengubah tingkah laku yang dianggap menyimpang.

Bermula dari Sigmund Freud, pada akhir abad ke-sembilan belas, yang memaparkan teori psikoanalisisnya, psikoterapi kian berkembang hingga kini. Teknik dan metode yang dicetuskan oleh Freud dapat dikatakan merupakan dasar dari psikoterapi, yang tampaknya, dalam praktek sehari-hari masih tetap digunakan sebagai dasar, apa pun teori yang dianut atau menjadi landasan atau pegangan bagi seseorang yang melakukan psikoterapi .

Psikoterapi merupakan proses interaksi formal antara dua pihak atau lebih, yaitu antara klien dengan psikoterapis yang bertujuan memperbaiki keadaan yang dikeluhkan klien. Seorang psikoterapis dengan pengetahuan dan ketrampilan psikologisnya akan membantu klien mengatasi keluhan secara profesional dan legal.

Ada tiga ciri utama psikoterapi, yaitu:
    Dari segi proses :  berupa interaksi antara dua pihak, formal, profesional, legal dan menganut kode etik psikoterapi.
    Dari segi tujuan : untuk mengubah kondisi psikologis seseorang, mengatasi masalah psikologis atau meningkatkan potensi psikologis yang sudah ada.
    Dari segi tindakan: seorang psikoterapis melakukan tindakan terapi berdasarkan ilmu psikologi modern yang sudah teruji efektivitasnya.

Comments (0)

Akulturasi dan Relasi Internakultural
@ Sunday, November 4, 2012 ; 8:04 PM | *TOP.

Akulturasi adalah suatu proses sosial yang timbul manakala suatu kelompok manusia dengan kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur dari suatu kebudayaan asing. Kebudayaan asing itu lambat laun diterima dan diolah ke dalam kebudayaannya sendiri tanpa menyebabkan hilangnya unsur kebudayaan kelompok itu sendiri.
Akulturasi budaya dapat terjadi karena keterbukaan suatu komunitas masyarakat akan mengakibatkan kebudayaan yang mereka miliki akan terpengaruh dengan kebudayaan komunitas masyarakat lain. Selain keterbukaan masyarakatnya, perubahan kebudayaan yang disebabkan “perkawinan“ dua kebudayaan bisa juga terjadi akibat adanya pemaksaan dari masyarakat asing memasukkan unsur kebudayaan mereka. Akulturasi budaya bisa juga terjadi karena kontak dengan budaya lain, sistem pendidikan yang maju yang mengajarkan seseorang untuk lebih berfikir ilmiah dan objektif, keinginan untuk maju, sikap mudah menerima hal-hal baru dan toleransi terhadap perubahan.
Akulturasi sendiri sudah ada dari jaman masuknya Hindu-Budha ke Indonesia, selain dari sisi agama akulturasi juga berkembang ke arah kehidupan jaman sekarang. Seperti contohnya adalah lagu jawa yang biasa dinyanyikan dengan nada yang sedikit membosankan dan bertempo lambat bisa dinyanyikan dengan cara rap. Rap sendiri adalah budaya yang diusung oleh Amerika Serikat.

“Intercultural Communication: A Reader” dimana dinyatakan bahwa komunikasi antar budaya (intercultural communication) terjadi apabila sebuah pesan (message) yang harus dimengerti dihasilkan oleh anggota dari budaya tertentu untuk konsumsi anggota dari budaya yang lain (Samovar & Porter, 1994, p. 19).
Komunikasi antarbudaya adalah komunikasi yang terjadi di antara orang-orang yang memiliki kebudayaan yang berbeda (bisa beda ras, etnik, atau sosioekonomi, atau gabungan dari semua perbedaan ini.) Menurut Stewart L. Tubbs, komunikasi antarbudaya adalah komunikasi antara orang-orang yang berbeda budaya. Kebudayaan adalah cara hidup yang berkembang dan dianut oleh sekelompok orang serta berlangsung dari generasi ke generasi.
Ada beberapa perbedaan dalam kelompok-kelompok kultural yaitu bermacam aktifitas dari kultur ke kultur. Pria dan wanita seringkali tidak sama dalam melihat dunia. Tua dan muda memiliki tujuan dan cita-cita yang berbeda. Muslim dan nasrani memiliki keyakinan yang berbeda, seperti kata pepatah “ When in Rome do as the Romans do” ini menyiratkan bahwa mudah saja untuk beradaptasi dalam perbedaan, cara berpikir maupun kebiasaan, walaupun telah beradaptasi ke kultur yang baru tetapi tetap saja “Only Romans are Romans dan hanya mereka (Romans) yang tahu caranya menjadi orang Roma sebenarnya.


Jadi dapat kita simpulkan bahwa hubungan antara akulturasi dan relasi internakultural sebenarnya adalah proses yang saling mempengaruhi, komunikasi antar budaya akan mempengaruhi akulturasi dan akulturasi itu sendiri dapat terjadi karena adanya komunikasi antara dua kebudayaan atau lebih. 


http://id.wikipedia.org/wiki/Akulturasi
http://www.scribd.com/doc/58351609/Komunikasi-Intercultural


Comments (0)

Transmisi Budaya dan Biologis Serta Awal Perkembangan & Pengasuhan
@ ; 7:30 PM | *TOP.


Apa sih transmisi budaya itu?

Transmisi budaya ialah  kegiatan pengiriman atau penyebaran pesan dari generasi yang satu ke generasi yang lain tentang sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan dan sulit diubah.
Budaya merupakan suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbeda budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari. mewariskan budaya dari generasi yang satu ke generasi yang lain melalui sebuah kegiatan pengiriman atau penyebaran sebuah kebiasaan/adat istiadat yang sulit untuk diubah disebut dengan transmisi budaya.

Kalau bentuk-bentuk transmisi budaya apa saja?

Bentuk transmisi budaya itu dibagi menjadi tiga, yaitu :
1. Enkulturasi
Enkulturasi adalah Proses penerusan kebudayaan dari generasi yang satu kepada generasi berikutnya selama hidup seseorang individu dimulai dari insttitusi keluarga terutama tokoh ibu. Enkulturasi mengacu pada proses dengan mana kultur (budaya) ditransmisikan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Kita mempelajari kultur, bukan mewarisinya. Kultur ditransmisikan melalui proses belajar, bukan melalui gen. Orang tua, kelompok, teman, sekolah, lembaga keagamaan, dan lembaga pemerintahan merupakan guru-guru utama dibidang kultur. Enkulturasi terjadi melalui mereka.
Proses belajar dari orang-orang terdekat dan lingkungannya itulah yang membantu perkembangan psikologi individu.

2. Sosialisasi
Sosisalisasi adalah proses pemasyarakatan, yaitu seluruh proses apabila seorang individu dari masa kanak-kanak sampai dewasa, berkembang, berhubungan, mengenal, dan menyesuaikan diri dengan individu-individu lain dalam masyarakat. Menurut Soerjono Soekanto, sosialisasi adalah suatu proses di mana anggota masyarakat baru mempelajari norma-norma dan nilai-nilai masyarakat di mana ia menjadi anggota.
Maka sosialisasi ini mengajarkan individu untuk mengenal individu lain didalam masyarakat agar bisa mengenal kebudayaan masyarakat tersebut dan bisa berkembang dengan baik.

3.Akulturasi
Akulturasi adalah suatu proses sosial yang timbul manakala suatu kelompok manusia dengan kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur dari suatu kebudayaan asing. Kebudayaan asing itu lambat laun diterima dan diolah ke dalam kebudayaannya sendiri tanpa menyebabkan hilangnya unsur kebudayaan kelompok itu sendiri. Akulturasi mengacu pada proses dimana kultur seseorang dimodifikasi melalui kontak atau pemaparan langsung dengan kultur lain. Misalnya, bila sekelompok imigran kemudian berdiam di Amerika Serikat (kultur tuan rumah), kultur mereka sendiri akan dipengaruhi oleh kultur tuan rumah ini. Berangsur-angsur, nilai-nilai, cara berperilaku, serta kepercayaan dari kultur tuan rumah akan menjadi bagian dari kultur kelompok imigran itu. Pada waktu yang sama, kultur tuan rumah pun ikut berubah.
Bentuk transmisi akulturasi ini sangat menarik karena memadukan lebih dari satu kebudayaan. Tetapi modifikasi kebudayaan ini bisa berdampak buruk juga jika kebudayaan yang mendominasi tidak sesuai dengan norma-norma atau nilai-nilai yang telah ada pada lingkungan tersebut.


Lalu, apa pengaruh transmisi budaya terhadap perkembangan psikologi individu?

Pengaruh enkulturasi pada perkembangan psikologis individu mempengaruhi proses belajar individu dan sikap individu dengan sistem norma, adat serta peraturan yang berlaku di budaya-budaya tertentu. Selain enkulturasi, akulturasi juga dapat mempengaruhi perkembangan psikologis seseorang dengan suatu proses sosial yang timbul manakala suatu kelompok manusia dengan kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur dari suatu kebudayaan asing. Akulturasi terjadi karena sekelompok orang asing yang berangsur-angsur mengikuti cara atau peraturan di dalam lingkup orang Indonesia. Setelah enkulturasi dan akulturasi, transmisi budaya yang dapat mempengaruhi perkembangan psikologis seseorang adalah sosialisasi. Pada dasarnya sosialisasi adalah kemampuan seseorang berinteraksi di lingkungan sosial mereka. pada sosialisasi faktor-faktor seperti intelektial dan emosional mempengaruhi keberhasilan individu dalam bersosialisasi.


http://id.wikipedia.org/wiki/Sosialisasi
http://id.scribd.com/doc/68996864/TRANSMISI-BUDAYA
http://id.wikipedia.org/wiki/Budaya


Comments (0)

Psikologi Lintas Budaya
@ Sunday, October 14, 2012 ; 7:41 PM | *TOP.

       Psikologi lintas budaya adalah bagian dari ilmu psikologi, psikologi lintas budaya membahas mengenai persamaan dan perbedaan fungsi individu dalam berbagai budaya dan kelompok etnik secara psikologis, mengenai hubungan-hubungan di antara psikologis dan sosio-budaya, ekologis, dan ubahan biologis, serta mengenai perubahan-perubahan yang berlangsung. 
            Menurut Segall (Dasen dan Poortinga) psikologi lintas-budaya adalah kajian mengenai perilaku manusia dan penyebarannya, sekaligus memperhitungkan cara perilaku itu dibentuk dan dipengaruhi oleh kekuatan-kekuatan sosial dan budaya. Definisi ini mengarahkan perhatian pada dua hal pokok yaitu: keragaman perilaku manusia di dunia dan kaitan antara perilaku terjadi. Definisi ini relatif sederhana dan memunculkan banyak persoalan. Sejumlah definisi lain mengungkapkan beberapa segi baru dan menekankan beberapa kompleksitas: Riset lintas-budaya dalam psikologi adalah perbandingan sistematik dan eksplisit antara variabel psikologis di bawah kondisi-kondisi perbedaan budaya dengan maksud mengkhususkan antesede-anteseden dan proses-proses yang memerantarai kemunculan perbedaan perilaku.

  • Tujuan Psikologi Lintas Budaya
        Tujuan psikologi lintas budaya adalah untuk melihat perilaku manusia berdasarkan budaya yang sangat beragam. Selain itu melihat perilaku universal dan perilaku yang unik untuk mengidentifikasi cara di mana budaya dampak perilaku kita, kehidupan keluarga, pendidikan, pengalaman sosial dan daerah lainnya. Psikologi lintas budaya juga bertujuan untuk mengetahui perbedaan serta persamaan fungsional manusia secara psikologis dalam berbagai budaya dan ubahan sosial-budaya, ekologis, serta biologis.

  • Hubungan Psikologi Lintas Budaya dengan Disiplin Ilmu Lain
a. Psikologi Lintas Budaya dengan Antropoplogi
   Antropologi menurut Koentjaraningrat adalah ilmu yang mempelajari umat manusia pada umumnya dengan mempelajari aneka warna, bentuk fisik masyarakat serta kebudayaan yang dihasilkan.
Dalam ilmu psikologi lintas budaya, kita harus mengetahui apakah budaya tersebut sehingga membutuhkan ilmu antropologi itu sendiri agar lebih mudah memahami perilaku manusia berdasarkan kebudayaannya yang beragam.

b. Psikologi Lintas Budaya dengan Sosiologi
 Menurut Soerjono Soekamto, Sosiologi adalah ilmu yang memusatkan perhatian pada segi-segi kemasyarakatan yang bersifat umum dan berusaha untuk mendapatkan pola-pola umum kehidupan masyarakat. Jadi hubungan Psikologi Lintas Budaya dengan Sosiologi adalah sama-sama mempelajari mengenai fungsi individu dalam masyarakat serta mempelajari budaya dan kelompok etnik yang berada dalam masyarakat, hanya saja psikologi lintas budaya lebih kepada bidang psikologisnya.

c. Psikologi Lintas Budaya dengan Kepribadian
   Kepribadian merupakan konsep dasar psikologi yang berusaha menjelaskan keunikan manusia. Kepribadian mempengaruhi dan menjadi kerangka acuan dari pola pikir dan perilaku manusia, serta bertindak sebagai aspek fundamental dari setiap individu yang tak lepas dari konsep kemanusiaan yang lebih besar, yaitu budaya sebagai konstruk sosial. Menurut Roucek dan Warren, kepribadian adalah organisasi yang terdiri atas faktor-faktor biologis, psikologis dan sosiologis. Hal pertama yang menjadi perhatian dalam studi lintas budaya dan kepribadian adalah perbedaan diantara keberagaman budaya dalam memberi definisi kepribadian. Semua teori mulai dari psikoanalisa Freud, behavioral approach Skinner, hingga humanistic Maslow-Rogers meyakini bahwa kepribadian berlaku konsisten dan konsep-konsep mereka berlaku universal. Dalam budaya timur, asumsi stabilitas kepribadian sangatlah sulit diterima. Budaya timur melihat bahwa kepribadian adalah kontekstual (contextualization). Kepribadian bersifat lentur yang menyesuaikan dengan budaya dimana individu berada. Kepribadian cenderung berubah, menyesuaikan dengan konteks dan situasi.

d. Psikologi Lintas Budaya dengan Ekologi
   Ekologi diartikan sebagai ilmu yang mempelajari baik interaksi antar makhluk hidup maupun interaksi antara makhluk hidup dan lingkungannya.
Hubungan antara psikologi lintas budaya dengan ekologi yaitu ekologi mempelajari mengenai interaksi yang baik dengan makhluk hidup maupun lingkungan yang beraneka ragam.





Referensi :
http://id.wikipedia.org/wiki/Psikologi_lintas_budaya
http://id.wikipedia.org/wiki/Ekologi
http://id.wikipedia.org/wiki/Definisi_Sosiologi

Comments (0)

Pemerkosa, Apakah Termasuk Gangguan Mental?
@ Tuesday, March 20, 2012 ; 7:35 PM | *TOP.

Semua manusia dalam kehidupannya tentu pernah mengalami suatu kejadian yang begitu membekas dalam strukutur kepribadiannya. Peristiwa tersebut disebut peristiwa traumatis.Contohnya adalah kematian orang yang dicintai, kegagalan dalam menempuh ujian, maupun pengalaman yang tidak menyenangkan yang membuat takut. Peristiwa-peristiwa traumatik seperti itu akan mempengaruhi kondisi mental kita. Pada kondisi badan yang sedang fit dan keadaan lingkungan sekitar yang kondusif, tentunya kita akan dapat mempertahankan status kesehatan fisik dan mental kita. Namun dalam kondisi yang bertolak belakang maka keadaan individu akan drop dan tidak akan dapat untuk mempertahankan status kesehatannya.

Salah satu gangguan kesehatan mental adalah pemerkosaan. Pemerkosaan adalah suatu tindakan kriminal berwatak seksual yang terjadi ketika seorang manusia (atau lebih) memaksa manusia lain untuk melakukan hubungan seksual dalam bentuk penetrasi vagina atau anus dengan penis, anggota tubuh lainnya seperti tangan, atau dengan benda-benda tertentu secara paksa baik dengan kekerasan atau ancaman kekerasan.
Pemerkosaan dapat terjadi pada siapa saja, tidak hanya para wanita, laki-laki, tetapi juga anak-anak. Bukan hanya karena korban tersebut  yang memancing hawa nafsu pelaku. Tetapi mungkin sebagian besar pelaku pemerkosaan mereka mempunyai kondisi mental yang tidak sehat.

Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan seseorang mengalami gangguan kesehatan, terutama dari segi kesehatan mental. Ada dua faktor yang boleh menimbulkan terjadinya gangguan jiwa, yaitu Faktor Predisposisi dan Faktor Presipitasi. Faktor Predisposisi adalah faktor yang melatarbelakangi seseorang mengalami gangguan jiwa, sedangkan Faktor Presipitasi adalah faktor yang mencetuskan terjadinya gangguan jiwa pada seseorang untuk kali yang pertama.

Individu yang memiliki faktor predisposisi akan lebih mudah untuk mengalami gangguan jiwa karena sejak lahir atau selama proses perkembangannya, individu tersebut memiliki kepribadian maupun coping mechanism yang kurang optimal yang disebabkan oleh faktor bawaan yang didapatkan sejak lahir maupun melalui lingkungan sekitar. Individu yang memiliki faktor predisposisi ibaratnya tinggal menunggu faktor presipitasi sebelum akhirnya mengalami gangguan jiwa, yaitu suatu peristiwa yang dapat menggoyahkan dan mengganggu keseimbangan jiwa individu sehingga akhirnya individu bersangkutan tidak mampu untuk mengatasi masalah yang dihadapinya yang pada akhirnya mengalami gangguan jiwa.

Jadi, pemerkosaan dapat dikatakan gangguan kesehatan mental karena dia mempunyai faktor presdiposisi  dan juga faktor presipitasi.

Labels:


Comments (0)

Kesehatan Mental
@ ; 1:35 PM | *TOP.

Sehat, pasti semua orang ingin sehat. Sehat dalam kehidupan sehari hari sering dipakai untuk menyatakan bahwa sesuatu dapat bekerja secara normal. Kebanyakan orang mengatakan sehat jika badannya merasa segar dan nyaman. Bahkan seorang dokter pun akan menyatakan pasiennya sehat manakala menurut hasil pemeriksaan yang dilakukannya mendapatkan seluruh tubuh pasien berfungsi secara normal. Kesehatan seseorang tidak hanya diukur dari aspek fisik, mental, dan sosial saja, tetapi juga diukur dari produktivitasnya dalam arti mempunyai pekerjaan atau menghasilkan sesuatu secara ekonomi.

Saat kita merasa tubuh dan fisik kita sakit, kita dapat langsung mengobatinya dengan pergi berobat kedokter. Lalu apa yang harus kita lakukan jika keadaan mental kita yang sakit? Sebenarnya apa yang dimaksud dengan Kesehatan mental?

Seperti halnya kesehatan fisik, kesehatan mental sangat penting bagi setiap fase kehidupan. kesehatan mental meliputi upaya-upaya mengatasi stres, berhubungan dengan orang lain, dan mengambil keputusan. Jadi, kesehatan mental adalah kondisi dimana badan (jasmani), rohani (mental), dan sosial berjalan dengan normal dan terbebas dari segala jenis gangguan pikiran, perasaan, dan perilaku. Pikiran sehat tercermin dari cara berpikir atau jalan pikiran.Emosional sehat tercermin dari kemampuan seseorang untuk mengekspresikan emosinya seperti: takut, gembira, kuatir, sedih, dan sebagainya.

Ada tiga cara untuk menghindari gangguan kesehatan mental :

1. Keseimbangan dalam berpikir

Selalu berpikiran positif ketika kamu mempunyai masalah. Kamu harus mempertimbangakan fakta, pendapat sendiri, perasaan kamu, dan bagaimana kamu bereaksi terhadap masalah tersebut. Jika kamu hanya memperdulikan salah satu aspek, contohnya perasaan kamu, mengontrol logika berpikir kamu sendiri, maka pikiran kamu pun akan menyimpang. Masalah pun dapat menjadi lebih buruk.

2. Olahraga

Berolahraga tidak hanya baik untuk kesehatan tubuh, tetapi juga mental. Berolahraga dapat meningkatkan endorphins, serotonin, dan dopamine pada tubuh yang dapat memberikan perasaan senang dan tenang. Zat-zat tersebut juga dapat mengatur perasaan gelisah, stres, dan depresi.

3. Relaksasi

Ketika kamu sudah mempunyai masalah dan tidak tahu harus melakukan apa, mungkin kamu dapat melakukan suatu relaksasi, seperti meditasi. Meditasi dapat mengistirahatkan pikiran anda dan membantu untuk fokus terhdap apa yang sedang terjadi

Labels:


Comments (0)

Sebuah cerita yang belum usai
@ Thursday, November 3, 2011 ; 1:00 AM | *TOP.

Aku tahu aku jatuh cinta padamu. Sialnya tidak hanya sekali, tetapi berkali-kali.
Apakah kamu pernah merasakan hal itu?

Jatuh cinta mungkin perasaan yang menyenangkan, tapi tidak untukku. Untuk perasaan yang selalu aku rasakan padamu bertahun-tahun lamanya. Perasaan yang sering kali harus aku tutup-tutupi dari kamu dan juga semua teman-temanmu. Diam-diam. Yah aku mencintaimu secara diam-diam. Dan parahnya, aku selalu berharap kamu merasakan hal yang sama yaitu menyukaiku.

Aku tidak pernah bermimpi untuk jatuh cinta padamu, tapi setelah aku mencintaimu aku juga tidak menyesalinya. Aku jatuh cinta padanya saat kami masih sama-sama bau kencur, masih tidak mengerti mau jadi apa nanti kita kedepannya, masih bisa memikirkan yang hanya bisa membuat kita senang tanpa peduli masalah sekitar. Terdengar sangat tidak romantis, tapi saat aku berbaring di tempat tidur dan memikirkan bagaimana awal kita bertemu dan bagaimana aku bisa mencintaimu selalu bisa membuatku tersenyum.

"Orang yang jatuh cinta diam-diam harus bisa melanjutkan hidupnya dalam keheningan." -MMJ-
Aku selalu berusaha untuk menerima apa yang terjadi, aku tahu terkadang kenyataan tidak sama dengan apa yang kita inginkan.

Hidup berjalan terus, diriku dan dirinya, tanpa pernah saling bertemu. Aku menjalin hubungan dengan orang lain dan aku tidak tahu apa yang terjadi dengannya, apakah dia sudah menemukan orang yang mencintainya dan juga dia cintai. Setelah sekian lama tidak bertemu dan mendengar kabarnya, akhirnya aku mengetahui kabarnya. Dan sekali lagi aku jatuh cinta kepadanya. Tapi apakah Tuhan memang tidak mengijinkan aku untuk bersamanya? Saat mengetahui kabarnya dari kecanggihan informasi yang ada saat ini, ternyata sekarang dia berbeda kota denganku untuk menggapai semua cita-cita yang dia telah rencanakan.

Dulu saat aku masih menjadi anak kecil, aku selalu berdoa, "Semoga besok dia bisa suka sama aku.'' Tapi aku tahu doa tersebut tidak pernah terkabul. Kemudian aku hanya bisa berdoa yang lebih realistis "Mudah-mudahan dia mendapatkan seseorang dan dia bahagia. Sudah cukup."

Dan setelah bertahun-tahun lama ternyata semuanya tidak berubah. Aku tetap jatuh cinta padanya dan hanya bisa jatuh cinta diam-diam. Dan pada akhirnya, seperti kata Raditya Dika dalam novel MMJ, "Orang yang jatuh cinta diam-diam hanya bisa mendoakan. Mereka cuma bisa mendoakan setelah capek berharap, pengharapan yang dari dulu, yang tumbuh dari kecil sekali, hingga makin lama makin besar, lalu semakin lama semakin jauh. Orang yang jatuh cinta diam-diam pada akhirnya menerima. Orang yang jatuh cinta diam-diam paham bahwa kenyataan terkadnag berbeda dengan apa yang kita inginkan. Terkadang yang kita inginkan bisa jadi yang tidak sesungguhnya kita inginkan. Terkadang yang kita butuhkan hanya merelakan. Orang yang jatuh cinta diam-diam hanya bisa, seperti yang mereka sering lakukan, jatuh cinta sendirian."

Kaulah yang membuat aku jatuh cinta berkali-kali. Hatimu.
Tapi aku tidak bisa bosan jatuh cinta padanmu. I Miss You and take care yourself :)

Labels:


Comments (0)

Older

 |  Newer